Wedding Stuff

WEDDING 101 – Bagaimana merencanakan pernikahan yang luar biasa

Saya memang bukan Wedding Organizer sih, tapi saya berhasil membuat proses persiapan pernikahan saya 50% done dalam 3 minggu. Yang belum hanya agenda-agenda yang memang harus didiskusikan dan direncanakan lebih lanjut. Mungkin saya akan coba share WEDDING 101 – How to prepare a wedding alias bagaimana cara merencanakan pernikahan yang luar biasa!! *kibasrambut

  1. BUDGETING – tahap pertama yang paling penting menurut saya, adalah berdiskusi dengan keluarga dan pasangan berapa budget yang tersedia untuk pernikahan. Ingat, ini bukan hanya soal akad nikah & resepsi, tapi tahap yang panjang, seperti lamaran-persiapan-pengajian-siraman-midodareni-akad-resepsi-bulan madu. Tentukan dulu TOTAL biaya yang kira-kira bisa dikumpulkan untuk pernikahan ini. Setelah ada nominal yang tepat (atau perkiraan kasar) baru ke langkah selanjutnya. 😀
  2. GAINING & LISTING INFORMATION – banyak-banyak browsing, baca blog capeng-capeng, ngobrol sana sini, cari referensi sana-sini, dan dapatkan gambaran pernikahan yang diinginkan. Ingat, yang paling penting adalah mencari informasi dan membooking venue, karena biasanya venue resepsi, apalagi di Jakarta, sudah full booked dari jauh-jauh hari. Kemudian, baru cari referensi vendor-vendor lain. Ingat, jangan terlalu cepat mengambil keputusan vendor, karena ini masih tahap awal. Biasakan mencatat semua hasil pencarian (atau paling tidak di-bookmark) agar mudah untuk dilihat lagi lain waktu. Tapi, BATASI PENCARIAN. Kalau bisa, jangan sampai pilih-pilih lebih dari 10 vendor untuk masing-masing kategori, karena akan bikin pusing ketika memutuskan. Telepon sales vendor, minta penawaran harga. Kalau diluar budget, CORET. Kalau dinilai jelek oleh banyak orang, CORET. Dari sini mulai ada bayangan rencana anggaran yang mendekati aktual 🙂
  3. SURVEYING – browsing memang useful, tapi gedung gak bisa dilihat cuma dari foto google doang, catering gak bisa dinilai dengan baca review orang, apalagi rias, gak bisa dinilai dengan cuma lihat hasil riasan di instagram. Kalau sudah dapat vendor yang kira-kira ditaksir dan “in-the-budget” sempatkan diri datang ke pameran pernikahan atau datang langsung ke workshop/sanggar rias/gedung/kantor vendor tsb untuk melihat produk mereka. Tanya sepuas-puasnya sebelum memutuskan. Dari tingkat kepuasan kita terhadap vendor saat survey, bisa membantu mengeliminasi beberapa vendor dari daftar. Sudah mulai mengerucut kan?
  4. NEGOTIATING – Ketika sudah mendapatkan pilihan-pilihan yang oke, coba nego harga! Ini penting, karena kebanyakan vendor tentunya memberi harga dengan mark-up yang lumayan. Ketika sulit diberi potongan harga, minta bonus berupa item. Misalnya kalau catering minta porsi lebih, vendor foto minta photo booth gratis, vendor dekor minta macem-macem pritilan gratis gratis. Nah, dari tahap nego ini, biasanya hati sudah mulai bisa menetapkan mana vendor yang paling sreg. Kalau benar, langsung deh ke tahap berikutnya. Kalau belum, berdiskusilah pasangan 😀
  5. CHOOSING – Memilih memang paling sulit, kenapa? Karena ini menyangkut berbagai kepentingan dan selera. Tapi sekali lagi, dalam persiapan menikah kita harus menurunkan ego dan menghargai semua pihak. Jadi, komunikasikan baik-baik dengan pasangan, ortu, dan camer mengenai semua yang menjadi pilihan. Meskipun yang menikah adalah kita dan pasangan, tapi ini adalah acara kebanggaan ortu. Ada baiknya saran mereka didengar baik-baik. Insya Allah, jadi makin mantap memilih vendor. Now it’s time to call the sales person one by one. Jangan sampai mbak-mas salesnya tersinggung, tapi jangan terlalu bossy sama sales vendor yang kita pilih 😉
  6. TIME PLANNING – Sembari semua berjalan, kita harus membuat sebuah time table. Isinya apa? Dari mulai jadwal bayar/cicilan ke vendor, jadwal fiksasi semua kesepakatan dengan vendor, jadwal prewedding dan persiapan nikah lain, jadwal sebar undangan, jadwal technical meeting, jadwal naninu yang buanyaaaak sekali. Jangan pusing, semua bisa dibuat kalau step nomer 2, yang listing information sudah cukup lengkap. You just have to copy paste the to-do-list and the deadline.
  7. PRAYING & CHERISHING – Masalah menjelang pernikahan akan selalu ada. Nervousness akan selalu ada juga. Panik karena kurang preparasi dan kelupaan ini itu pasti akan ada masanya. Tapi yang paling penting banyak-banyak berdoa agar dicukupkan segala sesuatunya menjelang hajatan besar ini. Nikmati setiap momen momen persiapan ini, it will only happen once in a lifetime. No need to be a drama queen, apalagi bridezilla. Right?

Well, that will do. Semoga persiapan pernikahan menjadi menyenangkan dan lebih terarah without any pricey organizer needed. Seriously, this is our own wedding. We don’t want anyone else create it for us. Never let the moment slipped away ;;;)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s