Wedding Stuff

Engagement of Dinar dan Satya – Lamaran!!

Aloha semua! Sudah lama gak ngupload blog ini. Well, mau cerita sedikit soal lamaran yang ALHAMDULILLAH sudah terlaksana Sabtu tanggal 31 Mei kemarin Mungkin saya akan bercerita beberapa hal yang mendukung

Karena satu dan lain hal, lamaran saya diadakan di Pondok Kemangi, Cibubur. Iya, resto keluarga gitu. Begini kurang leih venue-nya:

Ruang VIP - Lamaran Venue
Ruang VIP – Lamaran Venue

Ruang VIP nya luas banget, jadi saya bagi dua. Ada kursi2 yang saling berhadapan di depan itu untuk keluarga keluarga ini dan yang “dituakan” saat prosesi lamaran, sedangkan kursi2 yang ada mejanya ini untuk acara makan2 dan keluarga2 lain yang tidak duduk di depan (misalnya sepupu tante om yang muda muda 😀 ). Buffet juga disediakan untuk order minimal 4 juta rupiah. Buffetnya di belakang kursi kursi makan di foto ini. Dari meja ke buffet masih ada space yang longgar banget buat orang mingle kesana sini. Overall puas banget lamaran di restoran ini, soalnya ruangan besar, harga affordable, fasilitas lengkap, dan makanannya uenak banget deh, terutama udang ulam balinya yang luarrr biasa :9

Pondok Kemangi Cibubur:

Jalan Raya Alternatif Cibubur, Nagrak
(100 m dari perempatan cikeas)
Telp : 021 8248 9226
Fax : 021 8248 1237
Delivery: 021 8248 9226

 

Perihal kedua yang mau saya share mungkin soal kebaya lamaran. Well, this is a bit disastrous. Awalnya saya mau pakai kebaya putih biru yang sudah saya pesan dan jahit ya, tapi begitu fitting, tiba2 kebayanya… LHO KOK SEKSI BANGET!!!!!! 😦

DISASTER!! TOO SEXY!!
DISASTER!! TOO SEXY!!

Sambil sebel sama penjait saya itu, saya kemudian  makan sate padang yang juga gak enak, jadi makin manyun deh. Gak lama Satya dateng dan sibuk menenangkan saya. “Besok kita cari kebaya jadi ya..” There you go, keesokannya, kami hunting kebaya jadi di Thamrin City. Sudah jalan sana sini……gak ada yang cocok. Kata mama, coba cari di Tanah Abang. Kemudian kami kesana naik bajaj (this rarely happen)! Setelah ngubek2 sana sini, finally pilihan jatuh ke kebaya hitam simpel untuk padu padan Satya yang pake batik hitam. Here’s the kebaya…

black and red!
black and red!

It’s black and red and it’s not that “norak”. Yaaah, masih elegan deh… Dengan hepi kami pulang. Kemudian sesampainya di rumah, Ibu Suri (my mamski) KUAGETNYA LUAR BIASA! Sambil nyerocos panjaaaaaang dia ngomelin saya soal kebaya hitam yang menurutnya gak pantes untuk acara lamaran. STRESS DONG T____T Itu sudah H-2 lamaran dan saya masih belum mendapat kebaya yang pas! Ajigile..

Akhirnya keesokannya, which is H-1, nyokap ngajak ke sanggar kebaya temen nyokap di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Setelah ngubek-ubek ada beberapa yang lumanyaaan…

Coklat with payet
Coklat with payet
Cream simpel
Cream simpel
Red with obi
Red with obi
Red with no obi
Red with no obi

Setelah banyak pertimbangan matang, saya bawa pulang kebaya merah sekaligus obinya. Tapi dengan catatan muka saya belipet lipet. Menurut saya, kebayanya too much payet, dan kayak penari ronggeng! Mama yang sudah sebel setengah mati sama saya karena super picky dan perfeksionis, akhirnya memutuskan gak mau turut campur dalam urusan kebaya saya. Lho kok gitu maaa :((

….

Keesokan paginya. Saya masih berusaha keras untuk cari kebaya yang saya mau! I wanna look perfect in my special day. I will only be engaged once in a lifetime, and I want it to be perfect. P.E.R.F.E.C.T. Akhirnya saya dan mama mengunjungi tempat rias langganan mama “Griya Busana”. Kalau google mungkin gak akan ketemu karena emang ini tempat rias yang low profile dan usaha keluarga gitu. Pemiliknya sekaligus perias utamanya, Bude Fakur, udah luar biasa pengalaman rias pengantin. Mama saya dulu dirias sama Beliau. 🙂 Setelah berkonsultasi panjang lebar sama bude fakur, beliau memberikan saya kebaya perdana yang luarrr biasa cantik warna pink dan gold. I suddenly said YES.

Kebaya pink-gold yang super cantik. Pardon my photobomb sister :p
Kebaya pink-gold yang super cantik. Pardon my photobomb sister :p

Dengan kebaya yang super fabulous, dan riasan yang juga cukup cantik (tapi dandannya lamaaa banget, credit to Geulis Salon Jl. Taruna Jaya Cibubur), saya memasuki ruang acara.

ENG ING ENG!!!

The engagement ceremony began. Ada yang berbeda di lamaran saya. Kalau pada umumnya lamaran itu adalah acara permintaan untuk menikah dari kedua belah pihak orang tua, kali ini saya dilamar langsung oleh Satya, yang ditemani oleh keluarga besarnya. Maaf gak bisa saya share di sini videonya, since it’s very personal to me. ❤

Finally, with a yes from me, and an exchanging ring procession, the engagement ceremony was done perfectly. Alhamdulillah, once again.

Keluarga inti Satya dan rombongan :D
Keluarga inti Satya dan rombongan 😀
Keluarga saya :)
Keluarga saya 🙂
The audiences (keliatan kan buffet di belakang)
The audiences (keliatan kan buffet di belakang)
Mamanya Satya memasangkan cincin ke saya
Mamanya Satya memasangkan cincin ke saya
Mama pakaikan cincin ke Satya :)
Mama pakaikan cincin ke Satya 🙂
My family :*
My family :*
My mates! My seksi rempong!
My mates! My seksi rempong!
Me and him... for sentimental reason!
Me and him… for sentimental reason!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s