Wedding Stuff

Color Palette

Menikahi seorang perfeksionis seperti saya bisa jadi sebuah blasphemy untuk orang pada umumnya. Tapi nampaknya tidak untuk Satya. Terima kasih lho kesayanganku sudah sabar menghadapi Miss Perfectionist like me. :p

Terus apa hubungannya color palette dengan perfeksionis? Nah, saking perfeksionisnya saya, saya (dan kemudian merayu merayu si kesayangan) nekad mendesain undangan saya sendiri. Meski Satya bilang gak usah, karena pastinya dia tau dan sudah meramalkan betapa stressnya saya nanti selama perjalanan mendesain, which I’m not that advance of. 

There you go, selama kurang lebih dua bulan kemarin, saya disibukkan dengan mendesain undangan saya, revisi sana sini, sampai minta bantuan Engle, teman kami yang desainer, meski pada ujungnya lagi lagi saya ngubek desain sendiri lagi, saking geregetannya!! Letak kesulitannya bukan pada teknik desain sih (meskipun saya gak ahli ahli amet, tapi kalo undangan standar seperti yang saya mau, nampaknya tidak perlu teknik luar biasa), namun pada KONSEP DESAINNYA!!!

Muteeer muterrrrr dari konsep nature, sampai elegan polos, sampe bunga, semua sudah dicoba. ERRRGGHH… Mungkin Satya sudah hampir habis kesabaran karena selalu jadi korban saya yang gak habis habisnya minta saran soal desain, dan gak ada habis2nya tuh idenya. Ganti konsep lagi. Revisi lagi. He might not care of it anymore, I presumed.

But at last, kurang lebih dua minggu lalu, kami berhasil menyelesaikan satu konsep desain, which we both agree it was the best one among all other designs we’ve made, yang tentunya juga disetujui orang tua Satya. Hamdalah! Sebelum undangan tercetak, tentunya saya gak akan bocorin desainnya. tapi saya akan bocorin palet warnanya.

Satya & Dinar's Wedding Invitation Color Palette :)
Satya & Dinar’s Wedding Invitation Color Palette 🙂

Naaaah, kurang lebih itu color palettenya. Warnanya akan senada dengan wedding kami yang mengusung warna ungu tua dan dikombinasikan dengan gold. Undangannya akan berkisar pada lima warna tersebut. Memang dari awal kami kepincut sekali dengan undangan full color yang cetak separasi. Ketika kami cetak dummy, kami jatuh cinta pada cetakan di atas kertas Jasmine warna cream kekuningan (yang saya lupa nomor warnanya). Jadi kami memutuskan untuk mencetak undangan hard cover kami dengan kertas tersebut.

Undangannya akan naik cetak bulan Agustus awal. After it’s printed, you guys may see how it’s resulted. Memang deh, berkorban darah dan tenaga untuk kesempurnaan tidak pernah tidak terbayar. Finally, Miss Perfectionist can smile. 😉 

Patience indeed has its rewards. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s