Parenting

The Birth of My Babyboy Balabala

Hari ini babyboy balabala saya beranjak 2 minggu. Baru sadar kalau umurnya 2 minggu dan ibunya belom bikin posting, padahal dulu bernazar mau cerita soal prosesi kelahiran. Eh baru sempet sekarang. Maafkan ya, readers. πŸ˜‰

Senin, 28 September 2015 (sehari setelah wedding anniversary hehe :b )

Well, cerita ini diawali drama kontraksi palsu. Kok ada mules aneh. Fyi, saya gak pernah “mules” menstruasi, jadi jujur aja mules kontraksi palsu ini terasa luar biasa, gitu. Pas banget tiap senin itu jadwal saya kontrol ke dokter Uf. Dari siang saya whatsapp dokter Uf, Beliau bilang langsung CTG begitu sampai di RS sebelum kontrol ke beliau. Akhirnya, sesampainya saya di BWCH, langsung menuju lantai 2 untuk tes detak jantung bayi dan rekam gerakan bayi (CTG), kemudian baru kontrol.

Wah, ini sebentar lagi lahiran nih!

JENG JEEENG!! Denger statement kayak gitu langsung saya dag dig dug duerrrr!! Kemudian dr Uf cek pembukaan, dan ternyata….. belum ada pembukaan. Hahaha.. Well, disinyalir kontraksinya cuma braxton hicks aja, jadi beliau bolehin saya pulang. Dan tunggu beberapa hari dengan wanti wanti kalau mules langsung aja ciao ke RS.

Sampai besok malamnya, Selasa malam, belum ada tuh tanda tanda mules, kontraksi, pembukaan, or whatever it is yang mengarah ke kelahiran. Oow…. Saya kan kelewat worry yah, akhirnya saya sms lagi ke dr Uf. “Gimana nih dok, belum ada tanda-tanda sampai hari ini, saya harus kontrol lagi kapan? Senin depan atau gimana?”. Lalu dokter Uf membalas, “Kamis”.

Kamis, 1 Oktober 2015

Kamis pagi saya ikut hubby ke kantornya. Maklum lah, mahasiswi yang tinggal tunggu yudisium gini jadi gak ada kerjaan kan. Instead of nunggu doi di kantor, saya main ke Cinere Bellevue deket kantor hubby, dan nyalon colongan, creambath plus manicure. Entah kesambet apa, kayaknya nyalon enak.

Sepulang nyalon, saya dan hubby makan siang di Shabu Hachi, masih di bilangan Karang Tengah. Makan siangnya agak telat. Kurang lebih jam 2 siang. Kita udah hopeless banget mau ontime ke dr Uf (dapet appointment jam 14.40) dan justru menikmati makan siang shabu-shabu all you can eat yang nikmat gilaaa~~

Tiba di BWCH udah jam 3, dapet nomer entah nomer berapa. Nunggu serasa lama bangeeeet. Bener aja, kayaknya saya pasien rawat jalan terakhir di dr Uf hari itu. Sampai di ruangan beliau….

“Halooo! Gimana nih kabarnya? Belum mules?”
“Belum dok. Gimana ya?”
“Yuk kita cek dulu!”
*USG on*
“Waaaaah, ini udah gede ya, di USG 3,9 kilo. Saya rasa sih gak sebesar ini sebenarnya, mungkin 3,6 kilogram. Lingkar kepalanya udah melewati borderline nih Bu. 10,xx cm. Saya gak berani induksi ya. Ini juga bayinya belum turun…”
“….Terus gimana ya dok?”
*USG off*
*duduk di meja konsultasi*
“Saran saya sih, karena lingkar kepala bayinya besar, saya sarankan cesar aja. Bukan apa-apa, tapi ini umur kehamilan sudah 40 minggu, belum pembukaan, bayinya besar, saya gak mau induksi, takut pendarahan.”
*tatap tatapan dengan hubby*
“Yaudah deh dok, cesar aja….”
“Gini, nanti setelah cesar kita lihat lingkar kepala bayi. Kalau di atas 35cm berarti memang keputusan cesar kita tepat.”
“Oke dok.”
“Baik kita jadwalkan saja. Mau kapan?”
*tatap tatapan lagi sama hubby*
“Malem ini aja dok…”
“OK! Saya bisa kok. Kita siapkan ya”
*dr Uf melakukan sedikit paperworks, suster telepon ke bagian RS lain*
“Tadi terakhir makan jam berapa?”
“Jam 2 dok…”
“Oke, operasai jam 8 ya…”
*tatap tatapan sama hubby lagi dan lagi, kali ini sambil senyum nyengir*
“Sampai ketemu nanti malem ya!”, ujar dr. Uf mengakhiri pembicaraan.

Lalu saya dan hubby berjalan ke luar ruangan, sambil mikir, “what have we done”….
Sebuah keputusan besar soal kelahiran si babyboy kita putuskan dalam hitungan detik, tanpa persiapan, tanpa koper bawaan, tanpa beban. Abis gimana ya, we’re dying to see our baby. :’)

Singkat cerita, saya dan hubby langsung diarahkan untuk menunggu operasi di ruangan deluxe gitu sambil CTG dan rekam jantung saya.

Menanti buah hati :)
Menanti buah hati πŸ™‚
Sempet sempetnya narsis ceria
Sempet sempetnya narsis ceria

Gak kerasa…. udahj jam 7 aja tiba-tiba. Mertua udah dateng dengan koper dan heboh. Ternyata sayanya udah bersih, udah mandi juga, karena tentunya pake baju RS dan dikasih welcome kit dari BWCH. :p Gak lama, setengah 8 saya masuk ke ruang persiapan operasi……..

Time flies real fast I bet. Semua berlangsung cepaaaat. Saya diinfus, diganti baju operasi, diberi pengarahan oleh para bidan, diperkenalkan dengan tim yang menangani operasi, dan dikasih wejangan untuk persiapan operasi. Kalau ada yang parno soal suntik anastesi spinal, believe me, gak ada sakit-sakitnya dibandingkan dengan pasang infus. It really aint hurt at all. Kuncinya cuma relax, gak perlu ngerasa parno atau serem. Semakin kita parno, otot-otot tulang belakang kontraksi dan itu lah yang bikin ngilu karena penyuntikan mau gak mau dilakukan berkali-kali. Thank God, saya dapet dokter anastesi yang baiiiiik banget (Dr Nela if im not mistaken) dan beliau juga encourage saya untuk gak grogi. Alhasil, suntik spinal cukup sekali aja dong. Tidak sakit sama sekali πŸ™‚

Setelah mati rasa, saya dibaringkan, ENG ING EEEENG, datang lah dr Uf yang sudah siap dengan outfit dokter bedahnya. Demikian juga hubby yang tiba-tiba terlihat superseksi karena pakai pakaian bedah gitu (lho gak fokus). Hahaha… Dengan bismillah dan “Kita mulai ya operasinya, Bu, Pak” dari dokter Uf, dimulai lah operasi itu.

Gak ada satu lagu (iya, berhubung gak bisa liat jam, saya berpatokan sama lagu yang diputer di radio saat operasi. Yes, thereΒ wasΒ a radio. And yes, it played the latest hits), tiba tiba dr Uf “Pak, kalau mau lihat kelahiran anaknya, dari sebelah sini ya….”. Kemudian, gak lama bidan dan dokter anastesi membantu dorong perut saya dari atas, dokter Uf kedengaran kesulitan. “Wah bener nih kepalanya besar…”

And a few seconds later…

“Alhamdulillah, Babyboooy!!”, said dr Uf.

Another few seconds…

“UWWAAAAA UWAAA UWAAAAAAAAA………”, a loud loud loud cry echoed in the room.

Then I cried. Nangis deres. Ya Allah, saya sekarang seorang ibu. :”””)

Gak lama kemudian, dr Irma, dokter anak yang menangani babyboy langsung bawa bayinya kepada saya untuk di IMD-kan. Alhamdulillah banget, bisa inisiasi menyusu dini meski melewati cesar. Berarti babyboy balabala sehat adanya.. πŸ™‚

Jumat, 2 Oktober 2015

Malam jumat yang luar biasa. Selain magical karena prosesi melahirkan yang begituuuuu luar biasa. Sakit pasca hilangnya anastesi juga luar biasa. HIks…. But I managed to get some sleep, sampai akhirnya babyboy dibawa ke ruangan pukul 6 pagi. πŸ™‚

DSC01900
Magical!

Dengan saya yang masih lemas kurang tidur, babyboy harus diberi ASI eksklusif dong. Karena masih sedikiiiit sekali ASI yang keluar, akhirnya bebyboy nyusu sampai sejam lebih. Kasiaaaaaan, tapi ibunya bahagiaaaaaa….

Jam 10 dr Uf kontrol ke ruangan. “Oke bagus semuanya, jam 8 malam nanti turun dan jalan ya!”. ASTAGAAAAA, padahal itu perut rasanya masih gak karuan. But anyway karena pagi itu saya gak mual, dibolehin makan, dan bener adanya, everything got better after a meal. :p

Jam 8 malam datang. Suster datang, kateter dilepas, dan saya dipaksa untuk harus pipis dalam kurun 4 jam. Padahal untuk duduk saja, luar biasa sakitnyaaaaa…. Tapi, katanya, kalau saya kalah sama sakit pasca operasi, ASI pun akan susah keluar. Alhasil saya MAKSA! Maksa buat berdiri dan jalan. Sampai sampai hubby mukanya sedih, nyuruh saya utk pelan-pelan aja. But then, jam 10 malam, saya berhasil pipis di toilet sendiri.

Sabtu, 3 Oktober 2015

GERAAAAAAAAH!!!! Alhasil pagi pagi saya kerahkan semua kemampuan saya untuk jalan dan MANDI serta KERAMAS. Hasilnya, sakit, tapi PUAS. I did it all by myself!!! Jam 10 udah bisa duduk manis foto-foto sama babyboy dan hubby…

New little family
New little family

Pas saya masih di kamar mandi, dr Uf datang kontrol, dan dengan hepinya beliau teriak “Wah, ibunya udah ilang!!!” hehehe… Imma supawomaaaan! Bener aja dong, beliau udah kasih saya izin pulang hari itu juga. Sayangnya, babyboy harus diperiksa lagi bilirubin dan ini itunya. Jadi teuteup saya baru pulang keesokan harinya.

Minggu, 4 Oktober 2015

Alhamdulillah, dengan izin dokter-dokter, saya dan babyboy dibolehin pulang. We’re happy πŸ™‚

Out from hospital!! :)
Out from hospital!! πŸ™‚

Perkenalkan, ini babyboy bala bala saya, GALEN ANGKASA RADEVA, yang secara harfiah berarti langit tenang pembawa kebahagiaan. We love you, son :’)

DSC01946
Galen Angkasa Radeva
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s