Traveling

Mengurus Visa Korea tanpa Travel Agent, why not?

Salah satu alasan kami menamakan babyboybalabala kami Galen “Angkasa” Radeva adalah karena kami senang sekali traveling. Saat menamai si babyboy, kami berdoa supaya kelak ia bisa mengangkasa, wara wiri kesana kemari. Syukur syukur orang tuanya diajak. Hehehe… Tapi yang namanya doa orang tua, memang benar cepat terwujud. Di usia babyboy yang 2 bulan, kami sudah mencoba mengajak ia jalan-jalan ke Jogja dengan pesawat. Alhamdulillah, momok flying with babies gak terjadi pada Galen. Doi anteng-anteng aja di pesawat. Pramugari bahkan menyapa dengan “Halo dek Angkasa!” 🙂

Berbekal nekad, saya dan suami yang udah gatel banget pengen traveling, berburu tiket murah untuk musim cherry blossom. Karena kami sudah pernah ke Jepang, hubby master taekwondo, dan saya master drama korea, akhirnya kami memutuskan ke Korea Selatan. YAAAAY!! (langsung oppa gangnam style~~~~)

Singkat cerita, kami membeli tiket sejak akhir 2015. Insya Allah kami akan berangkat pertengahan April. Penantian kami begitu panjang sampai akhirnya tiba waktu kami MEMBUAT VISA. Langsung dong browsing…. Eh ternyata gak sedikit juga yang ditolak. Kami mencoba mampir ke website resmi Kedutaan Besar Republik Korea dan mencari dokumen apa saja yang dibutuhkan. Kurang lebih berikut dokumen yang diperlukan untuk kunjungan wisata keluarga:

– Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
– Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)
– Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
– Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja- Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
– Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah
– Fotokopi Bukti Keuangan, pilih salah satu:
    * Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
* Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
* Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
* Surat keterangan keanggotaan golf
* Surat keterangan keanggotaan hotel bintang 5
* Surat keterangan pemegang program jamsostek
* Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun

Dengan biaya sebagai berikut:

-Single Visa (Visa kunjungan dibawah 90 hari) : Rp. 560.000,-
-Single Visa (Visa kunjungan diatas 90 hari) : Rp. 840.000,-
-Multiple Visa (Berlaku untuk 5 tahun) : Rp. 1.260.000,-
-Double Visa (2 kali masuk dan Berlaku untuk 6 bulan) : Rp. 980.000,-

Wah, rempong juga dokumennya. Dulu waktu apply visa Jepang, pegawai negeri diberi kemudahan untuk tidak menyertakan bukti keuangan. Saya pikir Korea bakal mirip-mirip, tapi ternyata setelah baca-baca dari blog lain, rekening koran tabungan selama 3 bulan terakhir itu harus. SPT juga harus. Untungnya saya kerja di DJP, jadi SPT itu mudah sekali didapat. Yang susah itu memenuhi saldo mengendap sejumlah belasan juta. FYI saya gak pernah nyimpen uang di rekening bank. Gaji selalu habis. Tabungan itu dipotong di awal bulan dan dipindah ke rekening reksadana. Terus saldo ngendapnya gimana?! T___T

Seminggu sebelum mengurus visa ke kedutaan, saya pindahkan dana liburan saya ke rekening payroll di Bank BRI. Jumlahnya 15juta. Lalu saya  minta surat referensi bank (biaya Rp165.000,- jangan lupa bawa surat permohonan) dan cetak rekening koran (Rp5000,-/lembar, waktu itu saya 11 lembar utk 3 bulan) di BRI Cabang Gatot Subroto (Menara Mulia). Setelah dicetak, kelihatan lah betapa tiap akhir bulan sisa duit saya di BRI tinggal beberapa ratus ribu saja (HIKS). Untungnya, untuk visa wisata keluarga, bukti keuangan suami dan istri harus digabung. Hubby juga cetak rekening koran (yang nasibnya gak jauh beda). Kami berdoa, semoga dengan keuangan ala kadarnya ini, bisa diapprove ya Allah AMIN!!!

16 Maret 2016

Saya menuju Kedutaan Korea pakai Gojek. Saya kira kedutaan korea mirip Jepang yang gak ada tempat parkirnya, ternyata Konsular Korea tempat parkirnya luas, jadi pemohon visa bisa bawa kendaraan dan parkir lho. Saya datang jam setengah 10, dapat antrian nomor 53. FYI, permohonan visa hanya diterima pkl 9-12 siang. Ternyata gak lama, saya langsung dipanggil. Berkas saya diambil, dan ternyata berikut berkas yang BENAR BENAR diperlukan:

– Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
– Formulir Aplikasi Visa (dengan foto 35x45mm, anak juga bikin formulir sendiri, pas foto juga)
– Kartu Keluarga
– Surat Keterangan Kerja (tertandatangan atasan, DALAM BAHASA INGGRIS)
– Surat Referensi Bank (DALAM BAHASA INGGRIS)
– Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir (BOLEH MUTASI DARI INTERNET BANKING ASAL ADA NAMA PEMILIK REKENING)
– Bukti Potong PPh 1721-A1 atau A2

Untuk mengurus visa Korea, GAK BUTUH TIKET PESAWAT, BOOKINGAN HOTEL, apalagi ITINERARY seperti Jepang. Setelah semua berkas diterima dan saya bayar, petugasnya bilang bisa dicek tanggal 22 Maret 2016 (proses 4 hari kerja). Sekarang tinggal BISMILLAH 🙂

22 Maret 2016

Dengan deg deg ser deg deg ser, sejak pagi saya terus terusan ngecek status permohonan di website konsular. Jangan lupa, untuk permohonan visa di kedutaan, pilih DIPLOMATIC OFFICE, masukkan nomor paspor, dan nama dengan family name terlebih dahulu. Misalnya, cek visa babyboy saya dengan nama RADEVA GALEN ANGKASA bukan Galen Angkasa Radeva.

Jam 8 – Status masih Application Received

VISA diterima

Jam 12 – Status under process *lupa printscreen*

Jam 2 – Ditelpon hubby suruh cek website dan akhirnya…

approved

ALHAMDULILLAAAAAAH!!!!!!

23 Maret 2016

Saya ngambil visa ke Kedutaan, jam 2 saya datang, dan sudah RAMAAAAAAAIIII SEKALEEE!! Gak ada antrian untuk pengambilan, dan cuma menumpuk tanda terima di salah satu loket. Kemudian saya duduk di sebelah seorang mas mas travel agent. Bertanyalah saya, “Ini lama ya mas?”. Dan ternyata menurut penuturan mas-mas travel agent tersebut, untuk pengambilan visa korea memang gak ada urutan antrian. Mereka yang datang dan menaruh tanda terima duluan BELUM TENTU dipanggil duluan. JENG JENG! Ini sih sama aja ngobrol sambil clubbing, gak jelas bro. :)))

Tapi rezeki anak soleh, cuma tunggu 15 menit, tiba-tiba “SATYA SIDDHA NUGRAHA”!! That’s my hubby! 😀 Alhamdulillah ya Allah, gak pake lama, saya mengambil paspor di konter. Di konter sebelah, ada ibu-ibu yang visanya ditolak (Huhu, masih ada lho ternyata).

20160323_145312

Ternyata, ngurus visa korea sendiri tanpa travel agent sangat amat mudah dan gampang. Gak perlu rekening puluhan juta seperti yang dibilang travel agent. Asalkan dokumen lengkap, dan meyakinkan, insya Allah mudah! Yuk ah, abis ini, kita siap-siap apa aja yang perlu dibawa untuk traveling dengan si kecil. I’M EXCITED!!!

Advertisements

2 thoughts on “Mengurus Visa Korea tanpa Travel Agent, why not?

  1. Huaaa happy holiday galen!
    Salam dr rakha..
    Mamahnya rakha masih blm berani bawa rakha jauh2, paling tempat eyang pwt aja, pun baru naik mobil thok..
    >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s