Parenting · Traveling

Terbang bersama baby: Do’s, Dont’s, Airplane Kit

WOHHOOOO… I’M BAAACK!!

Suasana hallyu masih terasa di hari kedua saya kembali ke kantor. Astaga, rasanya gak siap kembali ke kesibukan setelah seminggu tinggal di Korea. Semoga kelak bisa dikasih kesempatan kembali ke sana.

Sebelum berangkat saya berjanji sama diri sendiri untuk ngeblog sepulang dari sana. Why? Karena ketika berangkat, saya susaaaaah banget nemu blog Indonesia tentang travelling bersama bayi. Iya bayi, bukan anak. Jadi pada kesempatan ini mungkin saya mau cicil sharing tentang persiapan membawa bayi naik pesawat, do’s and dont’s-nya, serta sedikit airplane kit yang perlu dibawa 😉

Beberapa tips yang mungkin akan berguna sebelum bepergian bersama baby:

  1. Pilih jadwal pesawat yang bersahabat dengan jadwal si kecil. Maksudnya, kalau kita tahu kapan “jam” dia cranky dan ingin banyak bergerak, hindari lah jadwal tersebut. Saya kemarin ke Korea mengambil penerbangan malam, sehingga harapan saya si babyboybalabala gak rewel selama di pesawat. Alhamdulillah sukses. He slept most of the time 😉 TAPI, ini mungkin gak berlaku untuk baby yang gak bisa tidur di tempat berisik dan banyak orang. So, it’s better to know our baby well first before picking up the flight schedule.
  2. Selalu buat list apa yang mau dibawa, check dan re-check. Jangan sampai ada airplane kit yang ketinggalan, atau kehabisan. Pengalaman saya ketika pulang dari Korea kemarin, saya cuma siapin 6 pampers, yang ternyata tinggal bersisa satu padahal masih transit di KL akibat Galen 2x poopy. Screw me. Jadi, better siapkan segala sesuatunya “lebih” dari perkiraan.
  3. Persiapkan senjatamu! Pastikan baby minum asi dikala take-off dan landing. Ini akan sangat membantu agar telinganya gak sakit. Kata DSA saya, earmuff yang menutupi telinga itu gak fungsi tuh. Mungkin baru berfungsi untuk menghindari kebisingan, tapi bukan tekanan udara saat di udara lho.
  4. Persiapkan mental kedua orang tua. Terbang bersama baby bisa jadi momok tersendiri untuk banyak orang. Sedikit saja ketidaknyamanan, baby bisa jadi cranky. Penumpang lain bisa ikutan cranky. Ortu bisa stress karena gak enak. Naaaah, kuncinya, kita harus yakin betul baby dalam keadaan sehat, in their fittest condition, dan kita juga harus PD bisa melewati flight yang panjaaaang. Yakin lah pasti akan ada nangisnya satu atau dua kali. Tapi mommy knows best what to do kaaaan? 😉

Lalu, kira-kira apa aja yang perlu dibawa di pesawat? Hal ini tergantung dari berapa lama jangka waktu penerbangan. Dulu waktu cuma ke Jogja, Galen gak bawa macem-macem. Tapi kemarin karena long flight, lumayan juga yang harus dibawa. Kurang lebih berikut list-nya:

  • Diaper changing mat
  • Diapers (more than you think you’ll need)
  • Minyak telon dan diaper rash cream (Kalau butuh dan suka pakai, ingat, kemasan kecil di bawah 100ml)
  • Bantal (penting untuk long flight)
  • Pacifier (kalau memang biasa pakai)
  • Snack kecil (baby puff or baby choice dan sejenisnya)
  • Makanan kalau memang jadwal terbang melalui jadwal makannya
  • Termos air kecil (saya beli yang isinya cm 300ml – ini boleh bawa cabin karena ada baby. Ini saya beli karena Galen harus makan during flight balik ke Jakarta)
  • Mainan favorit satu atau dua
  • SELIMUT! (BIG MUST)
  • Apron menyusui (Saya sih pakai selimut buat apron ;p)
  • Baju ganti (gak perlu banyak banyak, mungkin 2 aja)
  • Baju ganti IBU! (1 aja tentunya)
  • Handuk kecil
  • Tissue tissue dan tissue (hand and mouth, wipes, tisu kering)
  • Video kesukaan baby untuk killing time di pesawat

Nah, kurang lebih itu airplane kit babyboybalabala waktu ke Korea kemarin. Temen-temen dan keluarga banyak yang tanya, Galen rewel apa nggak.

Honestly, he’s not that calm all the time. Pesawat pertama dari Jakarta ke KL itu sekitar jam 9 WIB. Rewel bukan main selama kurang lebih 15 menit di tengah penerbangan. Gara-garanya dia ngantuk, gak bisa bobo. Kasian deh. Saya sempat panik juga, bingung harus diapain. Akhirnya, saya biarin dia nangis sampe capek, saya kasih minum asi, LEP langsung tidur. Huahahahaha.. senjata berhasil!! Kadang kala memang baby harus menangis untuk mengeluarkan ketidaknyamanannya. Let them be. Meanwhile, ortunya gak boleh panik!

Di pesawat dari KL ke Korea, karena jam 1 pagi sampai jam 8 pagi waktu korea, Galen bener bener sleep like a log. -_-” Saya sempat khawatir telinganya sakit karena tetep gak mau minum meski sudah mau landing. Tapi lagi-lagi, manusia diciptakan kuat oleh Allah, tentunya bahkan bayi punya ketahanan sendiri. Dia fine fine aja tuh ketika tiba di Seoul.

Di pesawat pulang dari Seoul ke KL, kami memesan penerbangan pagi. Di saat kami hectic ngurus bagasi yang sekian banyaaaak, Galen tiduuuur aja di strollernya. hihihi.. Sedangkan di flight dia semangat sekali bermain sedangkan saya dan hubby udah ngantukkkk beratttt! Alhasil Galen main sendiri gak ditemenin. Well, as long as seat belt is on, no worries! 😀 Alhamdulillah sampai Jakarta Galen tetap ceria dan hepi.

So mommies, kenapa harus khawatir dan takut bawa baby naik pesawat? It’s not that frightful as people said. Kalau yakin betul baby kita bisa, why not? Kumpulkan percaya dirimu, siapkan peralatanmu, ayo terbang!! 🙂

20160410_102520[1]
Happy face after his first long long flight 😛

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s