Parenting

Satu tahunmu

Tak terasa waktu berlalu, dan hari ini adalah 1 Oktober 2016.

Setahun lalu, di malam ini pukul 21.45, saya sedang setengah sadarkan diri pasca operasi c-section. Waktu itu, rasanya ngantuk sekali, remang-remang. Saya ingat sekali beberapa menit menjelang pukul 22.00 malam, saya dibawa ke kamar setelah sekitar sejam tidur di ruang pemulihan. Kalau perempuan yang melahirkan normal akan merasakan sakit luar biasa saat kontraksi prapersalinan, perempuan c-section merasakan sakit luar biasa pascapersalinan saat anastesi operasi mulai pudar. Namun tidak ada yang bisa mengalahkan rasa rindu seorang ibu. Sakit yang kurang lebih saya rasakan selama 2 jam, tidak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan saya yang luar biasa.

Kini, di waktu yang sama, saya sedang memandangi bayi yang dulu saya rindukan di malam itu. Tapi bayi itu tidak lagi seperti bayi setahun lalu. Rambutnya masih tipis sih, tapi badannya yang dulu cuma 3,6 kilo, sekarang sudah 12kilo lebih, bikin tangan Ibu kebas. Bayi itu dulu tak berdaya, selalu menangis untuk susu. Bayi itu kini menangis hanya sesekali, lebih banyak tertawanya. Bayi yang dulu hanya mendelikkan matanya saat melihat Ibunya, kini selalu berteriak ekspresif, minta gendong dan bahkan request unyel-unyel.

God, how time flies. 

Galen Angkasa Radeva, setahun ini telah tumbuh menjadi seorang anak yang baik hati. Ia tahu Ibunya harus berangkat di awal pagi, kadang saat ia belum bangun, dan baru bisa pulang di malam hari, setelah matahari tenggelam. Tapi ia tidak pernah menangis rindu pelu, apalagi menuntut Ibu untuk tidak berangkat ke kantor. Ia tahu Ibunya rindu setiap di kantor, maka saat tiba di rumah, ia selalu menyambut Ibunya dengan senyum lebar dan tangan terbuka (minta peluk). Ia tahu Ibunya mudah panik, sehingga setiap diajak bepergian, ia selalu menjadi anak yang ceria, tidak pernah merengek minta apa-apa. Ia tahu Ibunya kini sedang mengandung adiknya, sehingga jatah ASInya menipis drastis, jadi ia hanya menyusu Ibu di malam hari, dan ketika siang hari ia banyak makan.

Galen, merayakan setahun hari lahirmu adalah sebuah perayaan bagi Ayah dan Ibu. Inilah tepat setahun kami menjadi orang tua. Perjalanan penuh petualangan dan kebahagiaan. Terima kasih ya, karena telah menjadi anak yang hangat, tidak banyak mengeluh, dan amat penurut. Kamu telah tumbuh seperti doa kami padamu. Galen, yang tenang, cerdas, dan bijaksana. Terima kasih ya, karena telah mengajarkan Ayah dan Ibu bagaimana bersabar, bekerjasama, memahami perbedaan, dan bertanggung jawab. Cuma kamu yang bisa membuat Ayah lembut hati dan membuat Ibu mengurangi ambisi.

We love you, our little son.

Doa Ayah dan Ibu, tidak dapat dilukiskan dalam kata-kata. Tapi doa itu selalu ada di hembusan nafas kami, di setiap langkah kami, di tiap tetes air mata kami saat rindu padamu. Kamulah langit tenang yang membawa kebahagiaan kami, dan jangan pernah berubah ya nak. 🙂

DSC05113.JPG
Amiiiiin…. 🙂
Advertisements

2 thoughts on “Satu tahunmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s