Expecting Baby · Parenting

Pregnancy in Bits and Pieces

Setiap perempuan yang hamil pertama kalinya, akan selalu dibanjiri dengan ribuan nasihat dari orang sekitar. Jangan ini, jangan itu. Makan ini, makan itu. Belum lagi, berbagai keluhan kehamilan silih berganti. Is my baby alright?  Lalu, apakah hal-hal tersebut benar adanya?

Saya akan mencoba mengumpulkan sedikit nasihat, mitos, dan bits and pieces lain terkait kehamilan, ONLY about what I experienced after two pregnancies.

Ibu hamil makan dua porsi

Ibu hamil makan porsi yang biasa aja kaliiii. Memang benar, kalau nafsu makan kita akan meningkat, terutama memasuki trimester kedua. Tapi berbagai studi telah membuktikan lho, kalau secara natural tubuh kita akan membagi nutrisi untuk Ibu dan jabang bayi. Jadi, kalau mulai “laperan” biasakan cemil ringan yang tidak terlalu berlemak. Buat saya godaan makan dengan alibi hamil itu berat banget sih. Dulu pas hamil pertama saya hajar bleh aja makan semuanya, akibatnya ya sulit banget untuk menurunkan berat badan ke semula seperti belum hamil. I bet you don’t want to be like me.

Nanti kalau udah hamil gede, badan membengkak lho!

Believe it or not, it was true. Sempet shock juga, soalnya saya membengkak benar-benar di bulan terakhir kehamilan. Jari jadi jempol semua, cincin gak bisa dipakai lagi, dan sepatu naik ukuran jadi 42. Gilaaaaa!! Baca-baca dari berbagai sumber sih, ini disebabkan adanya penyumbatan cairan (karena hamil gede itu). My God, sempet takuuuut banget kalau bengkak ini gak bisa kempes. Dr. Uf bilang, paling tidak biasanya bengkak ini mengempis setelah dua minggu persalinan. Tapi alhamdulillah, in my case, bengkaknya mengempis beberapa hari saja pasca operasi. Too bad, satu yang gak mengecil, kaki saya naik ukuran. Semua sepatu sebelum hamil tidak bisa dipakai lagi. Nyata adanya!

Minum kelapa, biar bayinya bersih

Saya minum kelapa selama hamil tuh gak sampai 5 kali mungkin ya. Bukannya gak mau, tapi gak kepikiran aja, padahal sudah diworo-woro sama keluarga setiap ketemu. Hehehe.. Maklum lah, waktu hamil pertama dulu, gak pake ART di rumah, jadi gak kepikiran tuh buat makan atau minum menu tertentu, apalagi berngidam-ngidam ria, udah sibuk sendiri ngerjain kerjaan rumah. TAPIIII, ternyata Galen hamilnya bersih tuh, gak ada selaput putih-putih sama sekali. Itu cuma perkara bawaan aja. No worries, gals!

Ibu hamil perempuan, mukanya cerah. Ibu hamil laki-laki, mukanya kumel (or vice versa)

Saking banyaknya mitos mitos kehamilan laki-laki dan perempuan, saya jadi suka lucu sendiri. Mitoni anak pertama saya, saya diramalkan mau punya anak perempuan. Nggak terjadi lho. Anaknya jelas-jelas laki-laki gembrot lucu tuh. Nah, kalau soal muka, di kehamilan pertama saya merasa kulit muka saya berada pada fase terbaiknya. Benar-benar cerah, glowing, lembut, gak berjerawat, sampai gak perlu pake skincare macem-macem, cuma cuci muka aja. Di kehamilan kedua, ternyata gak sama. I was overwhelmed by the sudden big acnes appeared at the early weeks of pregnancy. Saya yang jaraaaaang banget jerawatan, mendadak jerawatan all around my face. Bikin bad mood banget. Memasuki bulan ketiga, jerawat hilang, gak berbekas. Tapi, muka mendadak superdry, gak karukaruan. Akhirnya, dengan skincare yang hydrating, kulit sekarang sudah kembali glowing. My skin is baaaaack!!

Ibu hamil jangan kecapekan, istirahat aja di rumah, banyak banyak ngepel

Jangan kecapean, betul. Ya semua orang baik ibu hamil maupun bukan, memang gak baik terlalu memforsir kesehatannya toh. Tapi kalau disuruh istirahat di rumah terus, salah juga. Ada baiknya ibu hamil itu senam yang ringan-ringan, jalan kaki tiap hari. Kalau saya, trimester terakhir bawaannya bosen banget di rumah, jadi pengen jalan-jalan melulu. Nyetir sana-sini. FYI, saya nyetir sampai Hari H persalinan lho. Dokter saya gak mempermasalahkan tuh. Ohya, soal banyak banyak ngepel, gak works buat saya, si Galen tetep aja gak mau turun ke jalan lahir meski setelah saya senam segala gaya buat cepet nurunin si baby. Well, maybe I haven’t tried my best. 😦

Ibu hamil gak boleh refleksi apalagi pijat badan

Hell NO! Kalau boleh dibilang, saya ini doyan banget relaksasi, pijet, refleksi, dan sejenisnya. Mertua saya mewanti wanti worry supaya jangan reflexy. Faktanya, boleh aja tuh sama dokter dan setelah saya baca berbagai sumber artikel kesehatan. Satu yang pasti, badan ibu hamil pegalnya tiga kali lipat kondisi tubuh biasa. Jadi kadang, perlu juga untuk relaksasi supaya badan terasa lebih ringan, lebih happy! Yang penting, selalu komunikasikan kondisi hamil ke terapisnya, supaya mereka gak menekan bagian bagian tertentu yang membahayakan bagi janin 🙂

Well, mungkin itu beberapa woro-woro pregnancy yang saya alami sendiri. Remember, every pregnancy is different. We should embrace it in any way we could. Mudah mudahan semua bumil yang baca bisa selalu sehat, positive thinking, dan happy 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s