Parenting

Melihat Galen tumbuh besar…

I’m your parent, you are my child.
I’m your quite place, you are my wild…

Waaaah, tak terasa sudah di penghujung 2016. Ibukece.com sudah lama sekali tak tersentuh empunya. Dengan hiruk pikuk akhir tahun, surat menumpuk di meja, dinas sana sini, dan kehamilan yang menginjak 10 minggu terakhir, writing feels like a pleasure I couldn’t afford.

Liburan natal baru saja berakhir. Long weekend kemarin terasa begitu berharga untuk saya. Simpel, tentunya karena saya bisa menghabiskan waktu tiga hari full dengan hubby dan Galen, tanpa harus berbagi dengan eyang-eyang yang kebetulan lagi plesir ke Jogja. Di awal liburan, plan yang saya susun sudah rapi sedemikian rupa. Mau kesana kesini kesitu. Namun memasuki hari H liburan, apalah dayaku, sang ayah tepar leyeh leyeh di kasur, demikian juga dengan bocil, dan akhirnya saya jadi harus ikutan ngelonin.

Intinya, apa yang saya rencanakan tidak berjalan lancar. Seperti kebanyakan orang Jakarta, akhirnya kami berakhir dengan mall-to-mall trip. Jalan-jalan santai di mall beberapa bulan lalu tuh rasanya asik banget, tapi sekarang sudah gak seasik itu lagi. Everything has changed…

Baru 30 menit duduk di stroller, Galen sudah mulai usek usek bete. Digendong gak mau, dititah jalan juga gak mau. Maunya? Merangkak di mall. Oh my oh my. Dengan dalih menjadi ibu disiplin, saya kembali dudukkan si Galen di atas stroller, dengan nada tegas “Duduk dulu ya sayang, sambil jalan ya nak…”. Tapi kemudiaaaaan… “HUWAAAAAA…” suara Galen teriak menolak kueeeeeeeenceng gak karuan. Itulah, kali pertama Galen meneriaki ibunya di depan umum.

Jangan ditanya, hati saya gak karuan. Dari mulai panik, bete, sebel, sedih. Sampai akhirnya si Galen mau duduk di stroller, sambil dikasih mainan yang bikin dia lupa (sementara). Bagaimana tidak, selama setahun lebih ini Galen selalu jadi anak yang tenang, bebas tantrum, hampir tidak pernah cranky kecuali saat dia sakit.

Kehebohan gak berakhir di situ. Galen senaaaang sekali sama yang namanya setir. Dulu, Galen pernah didudukkan di kursi setir oleh eyangnya yang berakhir pada kecintaan berlebihannya terhadap setir dan mobil. Sekembalinya kami ke mobil, lagi-lagi Galen menunjukkan kehebohan untuk minta pegang setir mobil (beneran) sambil tantrum di mobil. Inilah mengapa saya memegang prinsip, kalau gak mau si anak melakukan A, jangan pernah diberikan kesempatan dia untuk A. Hati ini rasanya angot-angotan banget. Sebel banget sama eyang yang dulu membolehkan Galen untuk main setir mobil beneran, padahal sebelumnya he was fine dan merasa cukup dengan setir mainannya. Tapi di sisi lain, ya mau gimana lagi, it’s the consequences of having grandparents

Saya ini memang orangnya suka bikin complicated diri sendiri. Sepanjang jalan saya mikirin banget, ini kenapaaa si Galen bisa jadi anak ngambekan begini. Since when? Saya pikir saya gak pernah lost track sama perkembangan dia meskipun saya bekerja. Sampai akhirnya hubby nyeletuk santai:

Kan Galen sudah makin besar, bu. Sudah makin banyak keinginannya…

PLOK! Merasa tertampar, saya jadi berdiam diri. Iya juga yah, setiap anak kan punya kemauan, keinginan, dan perasaan. Dulu memang Galen anak yang superpenurut, gak pernah ngambek, tantrum, dll. Tapi kan sekarang dia sudah lebih besar. He’s no longer a little baby. Galen sudah punya hobi, hobinya main mobil-mobilan. Galen sudah punya kartun favorit, Elmo dan Micky Mouse. Galen sudah punya makanan kesukaan, roti dan kerupuk. Galen sudah bisa berprasangka, setiap ganti baju pergi dia tau mau jalan-jalan. Galen sudah bisa protes, karena kalau saya gak ngelonin, dia nyerocooos gak karuan. Galen sudah cukup cerdas untuk tau kalau ayahnya lagi main PS, inilah waktunya untuk ngerengek minta ikut main dan bergaya pake stick PS satunya. Heu, my baby is no longer a baby. 

Menyadari hal tersebut, malam ketika ngelonin Galen bobo, saya ajak dia ngobrol. “Maaf ya Galen, tadi Ibu bete. Ibu suka lupa, kalau kamu udah gede, udah punya banyak kemauan, udah bisa protes. Ibu loves you!”. Dan sambil kriyep-kriyep, Galenpun jambak halus rambut ibunya (dengan maksud ngelus ngelus). Tak terasa air mata menetes satu dua.

Remember parents, your children won’t always be like what you expect while growing up. They may make you upset, angry, or sad once or twice. Yet, it’s our duty to keep them walking through their time. It’s not only children who grow, parents do too. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s