Parenting

Kelas baru, pengalaman baru!

Tidak terasa sudah sebulan lebih saya menghabiskan cuti bersalin! Minggu pertama terasa begitu lama (karena minim kegiatan), tapi minggu-minggu berikutnya terasa sangat cepat, terutama pasca kelahiran Gavin. Jangan-jangan bayi itu memang diciptakan bisa mem-fast forward waktu?!

Namun sepertinya bukan Gavin yang bisa mempercepat waktu, tapi kesibukan yang datang dan pergi. Seminggu setelah Gavin lahir, saya menyibukkan diri dengan persiapan aqiqah Gavin sembari memulihkan tubuh. Alhamdulillah, cukup seminggu sampai sakit di jahitan ini benar-benar hilang. Aqiqah Gavin juga berjalan dengan lancar. (Terima kasih untuk keluarga besar Widjono dan Prajitno, serta teman-teman kesayangan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu). 

Setelah aqiqah selesai, ternyata kesibukan lain datang lagi. Setelah kurang lebih 3 minggu di rumah, saya menyadari perkembangan Galen ymeang “luar biasa”. Selama saya di rumah, Galen menunjukkan stamina fisik yang, how should I put it, mirip kelinci Energizer. Bangun tidur jam 6, main gak karuan, sampe capek, bobo lagi bangun jam 10, makan siang dan main ini itu jumpalitan, tidur lagi jam 2 sampai jam 4, kemudian dia main di luar rumah (kadang sekedar sepedaan atau lari lari di sekitar masjid dekat rumah) sampai kelelahan dan aceeeem banget, lalu mandi, dan tidur antara jam 8 sampai jam 9 malam. Energi gak ada habisnya, sampai saya capek banget kalo harus ngeladenin “mainnya” tu bocah. Akhirnya, ide liar saya muncul ke permukaan, “Kenapa gak saya kasih aktivitas aja nih bocah?!”

Maka, hari Senin minggu lalu saya sempatkan mampir di Rockstar Gym, Bintaro Exchange. Ternyata hari itu pukul 1 siang ada kelas Walker yang akan diadakan. Galenpun diberi kesempatan free trial. Singkat cerita, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan Galen secara permanen. Ya hitung-hitung ada kegiatan untuk Galen “buang energi” ketimbang cuma di rumah main mobil-mobilan atau krayon atau baca buku cerita yang udah berkali-kali dibacakan sampe dia bosen. Jujur lho, saya sebenernya tipikal ibu yang “nyantai”, gak terlalu obsesi masukin anak ke sekolah ini itu. Menurut saya, belajar itu ada waktunya kelak. Dulu saya pernah ikut seminar tumbuh kembang golden age anak, dan dr Atilla, SpA. bilang kalau toddler di bawah 2,5 tahun belum harus bersosialisasi dengan orang banyak. Dia masih dalam fase memahami diri sendiri dan belajar untuk mengetahui sekitarnya. Dan saya ingat betul kalau saya juga dulu mulai playgroup baru sejak usia 3,5 tahun.

Sampai hari ini, Galen sudah empat kali masuk kelas Walker dan dua kali kelas Swimming. Terus ada yang berubah?

Di tengah kepesimisan saya terhadap lebaynya gaya didik masa kini (ini kayanya tema yang sangat debatable, indeed!), ternyata empat jam dalam seminggu bisa membawa perubahan terhadap Galen!

Dulu ketika pertama pintu kelas dibuka dan belasan anak (beserta pendamping) berbondong-bondong masuk, Galen langsung pasang muka pengen kabur. Setelah tiga kali ikut kelas Walker, kami melepas saja Galen untuk masuk ke ruangan gym sendiri, dan akhirnya dia bahkan berani memberi name tagnya ke coach sendiri. Banyak orang, siapa takut?!

Sewaktu pertama perkenalan dengan coach dan mendengar coachnya bernyanyi, awalnya Galen cuma berani duduk dipangku saya. Setelah beberapa kali masuk kelas, sekarang dia udah gak takut lagi sama coachnya, dan bahkan berani perkenalan dengan maju nyamperin coachnya duluan! 

Dulu waktu pertama kali masuk kelas Walker di bagian melatih upper body strength, setiap murid diajak “bergelantung” di tiang sambil diangkat tinggi oleh coach-nya. Selama mengantri, Galen memperhatikan teman-teman lain diangkat, dia kelihatan excited, tapi ternyata, tiba giliran Galen, dia nangis teriak kejer. Huaaaa, I wasn’t expecting that! “Sudah bun, kalau belum mau jangan dipaksa”, kata coachnya. Jadi akhirnya saya ajak main di tempat lain sambil menghibur si Galen yang bete. Setelah beralih ke mainan lain yang lebih ia sukai, air mata sekejap berhenti. Hehe.. Bisa takut juga toh bocah ini, I wondered. Tapi di kelas pagi tadi, Galen berani maju, bahkan dijadikan contoh coachnya untuk memperlihatkan ke murid lain cara bergelantungan. Galen juga dijadikan contoh untuk gymnast sikap lilin kanan kiri dan roll belakang. Ibunya bangga banget. *haru

Ketika pertama bergabung, Galen minim sekali interaksi dengan anak-anak lain. Dia cuma main sendiri mondar mandir. Tadi saya memperhatikan dengan baik, Galen mondar mandir sambil mencoba berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Entah itu cuma berupa teriakan bahasa alien, atau membuat gerakan copy-ing temannya. Lucu sekali!

Jadi pikiran saya yang sempit soal tidak memasukkan anak yang masih satu tahunan ini ke “kelas” cuma pikiran yang gak beralasan. Gak ada salahnya juga memperkenalkan sesuatu yang baru pada anak. Who knows it may teach our kids loooots of new things. Syukur-syukur kalau di tengah-tengah “masa percobaan” itu, kita bisa menemukan minat dan bakat si anak. Dengan tenaga si bocil yang ekstra, gak ada salahnya mengikutkan dia ke berbagai kegiatan bermanfaat, asalkan gak berlebihan, dan tentunya kita harus tetap menjaga kedisiplinan si anak, terutama terkait waktu makan dan waktu tidur (ini penting banget, karena berpengaruh pada mood si anak).

Hopefully, Galen betah ikut kelas Walker ke depannya, dan makin mahir di kelas swimming yang memang sudah sangat disukai Galen sejak awal. Ibu Galen sedang menimbang-nimbang untuk memasukkan Galen ke toddler class per tahun ajaran baru nanti. Mudah-mudahan lancar juga. Hehehe…

In the end, parenting is a never ending challenge for parents. So why don’t you just challenge yourself and get lost in so many possibilities and experiences?! 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s