Parenting

Ibu baru tidak harus selalu begadang

Beberapa hari yang lalu, salah satu sahabat saya whatsapp saya cuma untuk bertanya kabar saya yang kebetulan jadi ibu baru lagi, nih. “Gimana nasib lo? Mata panda dong bo?!”, begitu tanyanya.

Well, ibu yang punya anak bayi memang identik dengan “kurang tidur”. Bagaimana tidak, si bayi bisa saja pupi tengah malam, dan harus minum setidaknya tiga jam sekali (kata dokter). Tapi alhamdulillah, hal tersebut tidak terjadi pada saya. Dulu semenjak Galen saya sukses bobo malem 8 jam dengan hanya bangun maksimal 2x, itupun masing-masing cuma 15 menit. Hal tersebut ternyata terulang pada Gavin yang sekarang baru satu bulan usianya. Karena sudah dua kali percobaan dan sukses, saya jadi berani share tips untuk para ibu, bagaimana cara supaya ibu baru bisa sukses tidur nyenyak!! 🙂

Bekali bayi dengan makanan yang cukup sebelum tidur

Kalau bayi masih ASI eksklusif, maka bekalilah ia dengan ASI yang full saat hendak tidur malam. Akan lebih mudah kalau si kecil adalah tipe bayi yang minum banyak sampe kenyang, tapi jeda waktu minum mereka lama. Tapi ada juga lho tipe bayi yang sukanya minum sedikit-sedikit tapi sering. Galen itu tipe pertama, tapi Gavin itu tipe kedua.

Tips dari saya, misal mau boboin Gavin jam 9 malam, jam 9 itu sebelum tidur HARUS minum full, berarti, bikin jeda 2-3 jam dengan minum sebelumnya, berarti jam 6 atau 7 paling lama. Kalau tiba-tiba si bayi jam 7 sudah minum tapi jam 8 minta minum lagi, jangan langsung dikasih. Biasanya itu cuma pertanda ia sedang manja dan ingin kolokan aja. Coba tenangkan dengan gendongan lembut. Nanti jam 9 baru deh kasih minum. Ia akan benar-benar sedang lapar sehingga minumnya jadi banyak, dan tidur jelas lebih nyenyak.

Kalau si bocil sudah MPASI atau bahkan setahun ke atas seperti Galen, pastikan juga ia telah kenyang sebelum tidur. Bisa dengan cemilan malam, makan malam, atau susu menjelang tidur. Kalau lebih kenyang, niscaya bobo akan jauh lebih nyenyak!

Biasakan bayi dengan suasana siang dan malam

Ini mungkin tips klise, tapi bener lho! Tapi tips ini sering gagal, karena kebanyakan ibu cenderung menggelapkan lampu di siang hari (supaya si bayi nyenyak tidur), dan tidak sengaja menyalakan lampu rumah yang terang benderang di malam hari karena kebiasaan. Bayi jelas belum mengerti yang mana lampu, yang mana matahari, lho, taunya ya cuma terang dan gelap aja.

Nah kalau saya, selalu membawa Galen dan Gavin keluar rumah di pagi hari untuk mengenalkan mereka kalau ini pagi. Di siang hari, Gavin juga saya tidurkan di ruang tengah yang terang benderang. Sedangkan si kakak (karena sudah disiplin waktu), bisa tidur siang di kamar yang gelap. Sore hari, saya ajak lagi mereka keluar, biarpun kadang cuma di teras, tapi pokoknya terang gitu lho. Nah saat malam, ketika mau tidur banget, saya redupkan/matikan lampu kamar mereka supaya mereka tau, ini sudah malam dan waktunya tidur.

Buat rutinitas pagi, siang, sore, dan malam

Kelanjutan dari tips sebelumnya, membedakan siang malam bukan hanya dari cahaya, tapi juga dari suara dan aktivitas di sekitar. Biasakan mengecilkan suara TV or anything noisy di malam hari ketika jam tidur. Kalau bisa matiin total. Nah ketika siang hari saat beraktivitas, boleh deh sedikit berisik. Ajak si anak banyak bermain di siang hari, tapi kalau malam dan sudah waktu tidur, biasakan untuk menyanyikan lullaby lembut. 🙂

Rutinitas  untuk anak juga akan membentuk jam biologis mereka. Kalau bisa, buat rutinitas anak sedini mungkin. Sejak Galen dan Gavin bayi, saya selalu biasakan mereka keluar ke teras (kalau gak hujan) jam 7 pagi kemudian mandi pukul setengah 8 pagi, paling lama jam 8. Cuma sekali dua kali lah meleset jadi jam 9. Biasakan mereka mandi sore di jam tertentu, jam 4 misalnya. Galen sudah punya jadwal rutin main sore di luar biasanya jam 4 sampai jam 5, jadi ia akan mandi setelah main. Gavin kadang juga saya ajak ikut main di luar sama kakaknya. Ajak mereka bermain di waktu-waktu mereka sedang aktif. Rutinitas dan aktifitas yang full di pagi dan sore hari akan membuat energi mereka tersalurkan, sehingga ketika jam tidur tiba, mereka memang sedang lelah dan ingin tidur, bukan dipaksa tidur.

Istirahatlah ketika bayi kita sedang istirahat, TAPI….

Tips ini juga sudah jadi buah bibir turun temurun ya. “Bobo aja kalau bayinya bobo…”. Masalahnya, gak semua ibu bisa begitu. Saya salah satunya, malah merasa “banyak kerjaan” kalau ditinggal anak bobo. Mumpung mereka tidur, saya bisa nonton korea, online shopping, atau malah ngeblog seperti ini. That’s fine, asalkan kita juga bisa mengatur waktu istirahat kita. TAPI yang banyak terjadi justru kebalikannya, ketika bayi bangun, kita malahan sudah kelelahan habis beraktivitas (entah nyuci baju dia, beres-beres lemari, dll), dan cenderung pengen boboin si anak lagi. Ini terjadi pada saya sewaktu bulan-bulan pertama Galen. Ujung-ujungnya, si Galen malah kebanyakan tidur siang, dan tidur malamnya jadi sedikit. NAH LHO!

Ini jadi pelajaran untuk saya. Saat bayi newborn lagi tidur, ibu boleh beraktivitas, toh mereka emang tidurnya banyak. Tapi gak setiap saat juga. Pastikan ibu menyempatkan istirahat sekitar 1 jam di siang hari. Ini untuk recharge energi ibu menjelang kesibukan aktivitas anak-anak di siang hari. Tidur siang biar cuma 30 menit itu ampuh banget lho. Don’t force yourself to do all the housework while the kids are sleeping. You can do all the housework later, baby, later. Karena kesehatanmu jauuuuuh lebih penting, bu 🙂

Hindari aktivitas bermain di tengah malam

“Anak gue bangun bo, ngajak main tengah malam…”. Newborn emang suka gitu bu, bangun tengah malem. Tapi yakin emang mereka “ngajak main”? Hehehe… Saya pernah baca di Babycenter.co.uk kalau kontak mata antara orang tua dengan anak itu bakal nge-boost energi si anak, terutama ketika tengah malam. It’s a big mistake if you let them play with you in the middle of the night, especially when you’re training them to sleep. Jadi bu, kalau anaknya bangun bukan karena laper atau pupi di tengah malam, gak usah ditanggepin. Pura pura tidur aja sambil elus elus anaknya. Niscaya si kecil akan lanjut tertidur. Happened to me!

Biasakan sedini mungkin, dan disiplinkan diri (dirimu dan diri anakmu!)

Last but not least, ayo bu, kita harus disiplin sama anak (dan diri kita). Kadang ketika jam tidur siang tiba, tapi kita masih sibuk ini itu, jadi kelewat waktu nidurin si kecil. Kadang si kecil cranky, menolak mandi di jam mandinya, kita luluh aja gitu atas nama positive parenting. Hello guys, discipline is still the basis of a struggling attitude, lho. Dan positive parenting juga gak ngajarin untuk kita terlalu memanjakan si anak. Believe me, you are what you repeatedly do. Mulailah memberi rutinitas pada si kecil semenjak dini, dan kelak kita akan memiliki anak-anak yang disiplin waktu. Amiiiin!


 

Kembali lagi, setiap gaya parenting itu berbeda, dan setiap anak itu berbeda. Tips-tips di atas mungkin bisa diterapkan kepada Galen dan Gavin, tapi mungkin nggak untuk anak lain. Tapi kalau positif, kenapa gak dicoba?

First rule of parenting, mommy knows best. So, you know what’s best for your children. Good luck dan selamat beristirahat mommies! Sehat-sehat selalu ya, bu! 🙂

 

Advertisements

6 thoughts on “Ibu baru tidak harus selalu begadang

  1. Dinar, web lu keren banget. Appreciate deh…bentar lagi istri w juga melahirkan, kayaknya web ini harus jadi referensi bacaan doi nih. Thanks yaa….

    1. Thanks bro! Apa kabar skrg?? Sehat sehat selalu ya buat istri lo.. Mudah mudahan bayi dan ibu sehat selamat dan dimudahkan kelahirannya nanti 😉

  2. Thankyouuu buuk, kayanya aku masih PR yg di istirahat siang (buat akunya), kalo Gayatri bobok siang “Yes!” akunya malah ngerjain macem2, kadang ga penting juga 😀 aku pikir buat refreshing gitu, tapi setelah dipikir2, bener juga Nar, akunya jadi selalu tepar jam 4 pagi pas shift 2 Gayatri bangun, Bapaknya deh jadi korban….

    1. Iya banget, bawaannya pengen refreshing! Gapapa kok nyonyah, asalkan ttp ada istirahatnya jg biarpun cm 1 jam. Paling nggak, nanti pas masuk kantor jgn sampe kewalahan (alias ketiduran di kantor) 😂😂😂

  3. Ini bener banget.
    Rakha jg dibiasain tidur gelap kalo malam & alhamdulillah bangun cm bentar dimimiin langsup lelap lg.
    Kalo sekalinya ngajak bangun dicuekin aja trus dy bobok lg deh..

    1. Alhamdulillah timeee!! Mudah mudahan Rakha terus disiplin waktu ya. Paling nggak biar mamanya gak teler di kantor besoknya. Hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s