Bits and Bobs

Apa kabar hobimu?

Kapan terakhir kali kita meluangkan waktu kita untuk hobi kita? Saya berani bertaruh, pasti sangat jarang ibu-ibu bisa menyempatkan waktunya untuk “berhobi” ria. Saya juga, kalau ngomongin hobi saya nonton drama korea sih, bisa lah disambil-sambil nyusuin atau pas anak-anak tidur. Tapi kalau ngomongin hobi yang bermanfaat, kayaknya saya sendiri sudah lupa kapan terakhir kali saya menggeluti hobi saya yang mungkin gak semua orang tau, saya hobi desain.

Namanya juga hobi ya, menurut saya ya gak mesti jago juga toh. Saya sendiri merasa amatir banget di bidang ini karena selama ini ilmu desain saya cuma saya peroleh dari otodidak belaka. Tapi intinya, saya senang ngubek-ngubek software semacam Adobe Illustration, Indesign, Photoshop, dan bergelut dengan palet warna-warna senada, font-font sans-serif yang modern. Ah, syurga dunia.

Singkat cerita, hobi desain saya agak kurang terasah di kantor. Jelas lah, tugas dan fungsi saya memang bukan membuat berbagai media informasi lagi, seperti dulu ketika saya baru awal penempatan. Sekarang cuma sedikit terasah ketika membuat berbagai banner acara saja.

Kemarin, seusai cuti melahirkan, saya berkesempatan ikut workshop materi penyuluhan dari direktorat tetangga. I shall say I was super excited. Kapan lagi ikutan workshop yang benar-benar menggali hobi desain di tengah kesibukan institusi yang luar biasa.

Tanpa disangka, workshop berjalan begitu menyenangkan. Selain narasumber yang seru (dan ternyata sesama fellow Toastmasters juga), materi yang dishare oleh sesama peserta juga menjadi wake up call untuk saya kembali belajar. Selama ini saya suka merasa “sendirian” dalam menggali hobi saya di tengah instansi yang seolah tidak terlalu butuh, tapi ternyata ada (at least) dua puluh orang yang merasa seperti saya. I’m not so alone, eh?! Hehehe…

Ternyata oh ternyata, menyempatkan sedikit waktu untuk membangun hobi yang bermanfaat bisa jadi sangaaaaaat menyenangkan. Apa yang saya dapatkan bukan cuma sekedar refreshing belaka, tapi juga pengalaman, pelajaran, dan yang paling utama, motivasi untuk berbuat lebih dengan hobi yang kadang saya rasa useless di instansi tempat saya bekerja. 

Coba deh, sekali-kali luangkan waktu untuk hobi kita. Syukur-syukur bisa serius dan dalam frekuensi yang tetap. Rasanya happy lho. There’s no such thing as useless hobby, I guess. Your hobby can keep you alive when you feeling down and out, at least. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s