Bits and Bobs · Parenting

Menjawab Teka-Teki Alergi

Hampir 27 tahun terpapar alergi dan melahirkan dua anak yang alergi semenjak bayi, menjadikan saya terbiasa dengan gejala serta pernak-perniknya. Sebenarnya sih saya sudah sampai tahap pasrah dan nrimo, tapi hari ini saya melihat secercah sinar yang membuat saya optimis bisa keluar dari lubang hitam ini. (Yap, kadang hiperbola itu diperlukan).

Dua minggu lalu, Gavin batuk lumayan parah. Ibunya sedih gak karuan. Setelah dibawa ke dokter dan diberi obat, masih belum juga membaik. Sampai pada akhirnya dr. Fransisca Farah, SPA, seorang spesialis anak yang sangat komunikatif dan friendly di RSPI Bintaro Jaya menyarakan Gavin untuk tes alergi. Kok? Ya, memang studi membuktikan bahwa salah satu gejala alergi pada bayi yang kerap muncul adalah kendala pada pernapasan (ngogrok-ngogrok, batuk berkepanjangan, dan lain-lain). Mendengar bahwa tes alergi bisa dilakukan untuk bayi, saya langsung menyetujui saran dokter.

Tes alergi, atau biasanya dikenal dengan tes IgE, dilakukan dengan cara mengambil darah anak, dan diuji responnya terhadap 50-an jenis alergen pemicu alergi umum di Indonesia. Kalau ada yang bertanya-tanya biayanya, per Agustus 2017 adalah sebesar 1,9juta rupiah, dengan 50-an jenis alergen, belum termasuk biaya konsultasi dokternya. Jangan tanya hebohnya seorang bayi 7 bulan di ambil darah, nangisnya berair mata. Tapi demi menjawab teka-teki dua anak saya yang alergian, saya memberanikan Gavin diambil darahnya.

Seminggu berlalu, Gavin sudah berhenti batuk alhamdulillah, dan waktunya saya mengkonsultasikan hasil tes IgE. Aneh bin ajaib, hasil tesnya bagus sekali. Setelah diuji lab, Gavin tidak memiliki alergi apa-apa atas 50-an alergen pemicu, lho! Bahkan dia tidak alergi tungau kasur, kecoa, susu (yang jenisnya ada lebih dari 5), daging-dagingan, bahkan seafood. Terus kenapa donk Gavin mukanya beruntusan gak karuan seperti alergi? Ternyata, memang ada juga alergen yang tidak dapat dideteksi dari darah melalui tes IgE ini, seperti debu, air, deterjen, ataupun sabun.

Seperti melihat cahaya di ujung terowongan yang gelap gulita, saya seolah mendapat pencerahan pasca membaca hasil tes IgE. Berarti, pemilihan MPASI Gavin gak perlu rempong, semua bahan makanan boleh dicoba, toh dia gak alergi. Saya memang belakangan mencoba pakai sabun yang bukan untuk kulit sensitif (soalnya Sebamed/Mustela mahal banget, sis), dan harus diakui, air pompa di rumah gak 100% cling bening. Dokter bilang, kalau memang paparan alergi ini berasal dari luar seperti debu air dll, tidak perlu dilakukan pengobatan apapun, karena imunitas bayi akan meningkat seiring perkembangannya.

Akhirnya, teka-teki alergi anak-anakku terjawab sudah. Bahagia mengetahui mereka kelak bisa makan salmon, tuna, udang, kepiting, dan segala jenis dairy food tanpa perlu khawatir. Freedom in eating, is the best freedom that exist. :p

img_8618
GUESS I CAN EAT WHATEVER I WANT MUM!!
Advertisements

2 thoughts on “Menjawab Teka-Teki Alergi

  1. Dinar mau tanya dong, utk test IgE itu perlu surat rekomendasi dokter gk ya? soalny katany di lab pramita bs test ini juga. Anyway, gavin testny di rspi bintaro lgsg kah?

    1. Kalau bisa di lab langsung sih gapapa, kan di Pramita jg ada dokter untuk baca hasilnya. Gavin kemarin direkomendasi oleh spesialis anak di RSPI dan langsung tes di lab RSPI jg. 👌🏻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s