Scholarship and Study

Scholarship Journey #1 : IELTS Drama

“Mbak Dinar, kapan ngupdate ibukece lagi?”, tanya Chytta, sahabat seseksi yang saban hari mengingatkan saya untuk menulis. Padahal dulu di awal tahun saya berencana menulis setiap minggu. Tapi apa mau dikata ya, tiba-tiba sudah Mei dan belum ada satupun tulisan yang tuntas. HAHAHA…

Anyway, saya punya sebuah kabar baik. Alhamdulillah, setelah melalui berbagai proses sejak bulan April, saya sukses menjadi awardee beasiswa Kementerian Keuangan FETA (Financial Education and Training Agency a.k.a. BPPK) tahun ini. Mudah-mudahan, kalau lancar, saya akan melanjutkan studi S2 tahun 2019 di luar negeri. Allah Maha Baik (Banget)!!

Naaaah, atas request banyak teman-teman sejawat, saya akan menulis sebuah seri Scholarship Journey yang merupakan rangkaian cerita saya dalam mengejar beasiswa impian. Hope it helps those who are eager to look for further study!

Scholarship Journey saya diawali di Desember 2017, yakni ketika tepat 2 tahun saya bekerja di Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan, sebuah unit Eselon 2 Direktorat Jenderal Pajak. Dua tahun ini merupakan dua tahun keramat, karena saya sengaja menunggu manis di unit ini (dan menolak diangkat kembali sebagai Fungsional Pemeriksa Pajak) tidak lain untuk belajar lebih lanjut tentang proses bisnis pemeriksaan secara makro sebagai bekal saya ketika meng-apply beasiswa. Dan ya, karena saya baru lulus tugas belajar DIV STAN dua tahun yang lalu, jadi saya baru bisa melanjutkan studi per Desember 2017 ini.

Di awal 2018, muncul penawaran beasiswa ke Korea, salah satu negara favorit saya (in terms of culture and shopping, of course), dengan pilihan jurusan Public Reform di Seoul National University. Saya tergiur bukan main, namun sayangnya, setiap awardee diwajibkan stay di asrama SNU, sehingga bagi saya yang berencana membawa keluarga ketika studi nanti, tentunya gak bakal cocok dengan terms and condition tersebut.

Penawaran yang muncul berikutnya adalah Australia Award. Beasiswa bergengsi ini disinyalir punya segudang fasilitas menggirukan untuk awardeenya. Barangsiapa yang melanjutkan studi di Australia melalui AAS, akan pulang ke Indonesia kaya raya. Katanya, lho. Karena saya orangnya oportunis, jadilah saya tertarik untuk iseng-iseng coba apply AAS. Untuk meng-apply AAS, ternyata kita harus memiliki hasil ujian bahasa inggris seperti TOEFL atau IELTS. Karena dulu sudah pernah TOEFL dan menurut saya, gak menantang banget (duile nar…), oleh karena itu, saya memberanikan diri mengambil ujian IELTS.

Ujian IELTS diselenggarakan oleh berbagai institusi di Indonesia, seperti IDP dan British Council. Saya memutuskan untuk mengambil ujian di tanggal 20 Januari 2018. Saya daftar-nya tanggal 6 Januari 2018. Otomatis saya cuma punya 2 minggu untuk bersiap. Where to begin?

Hal yang pertama saya lakukan adalah membeli buku Barron’s IELTS Preparation. Kan banyak Nar di internet?!ย Saya mah orangnya old-fashioned, jadi sukanya belajar dari buku. Ternyata memang bukunya membantu. Di buku tersebut banyak tips-tips yang bisa diterapkan untuk mempersiapkan diri. Sayangnya, tips-tips tersebut gak semuanya bisa saya terapkan, hanya beberapa saja. Ini karena saya cuma sempat “belajar” di kantor dan waktu saya di rumah full buat family time.

Jadi, beberapa hal yang saya lakukan untuk prepare IELTS adalah:

  1. ย Listen to podcast. Terutama podcast dengan penyiar beraksen British. Hahaha.. The more difficult to hear, the better it will train my ear. Saya dengerin podcast di mobil selama berangkat dan pulang kantor. Not two weeks straight, though.ย 
  2. Langganan Jakarta Post setiap Senin, Rabu, Jumat. Kok gak tiap hari? Ya satu edisi aja saya bacanya bisa dua hari. Hehehe.. Dengan baca Jakarta Post, saya jadi memperkaya kosa kata dan cara penulisan kalimat dengan berbagai gaya. Lumayan untuk latihan reading, dan memperkaya vocabulary untuk writing juga. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui!
  3. Ngobrol sama teman-teman senior dengan bahasa inggris. Inilah mengapa saya bersyukur banget ngantor di unit saya bekerja. Banyak teman-teman yang willing untuk membantu saya bicara bahasa Inggris sehari-hari di kantor. I shall give my best regards to Mbak Dyah, Ray, Chytta, Mas Herdy, and Mas Puput.ย 
  4. Kerjain simulasi tes. Saking sibuknya saya, saya cuma bisa ngerjain satu simulasi tes, padahal ada 3 atau 4 dalam buku tersebut.

Tiba-tiba, hari H tes datang. I was so nervous. My preparation wasn’t close to enough. Satu hal yang saya sesali, SAYA BELOM PERNAH LATIHAN WRITING DENGAN LIMITED TIME. ๐Ÿ˜ฆ

IMG_3569
Look at my nervous face, there!

Ternyata, time flies real fast. Selesai aja tuh Listening, Reading, dan Writing dalam kurang lebih 3-4 jam. Speakingnya dilanjutkan di hari yang sama namun pukul 19.00. Setelah semua selesai, rasanya saya mau TERIAAAAAAKKKK!!!!!!!!!!!!!!! Legaaaaaa banget. I suddenly realized that it’s been a long time ago since I had a real exam, and I kinda miss that adrenaline rush. Funny me.

Well, if you expect some tips for your IELTS test, here are my personal tips:

**READING SECTION**

  1. Baca cepat semua paragraf. BACA SEMUA! Dengan begitu, bisa jawab dengan lebih cepat. Karena hampir semua soal reading IELTS itu jawabannya tersirat, tidak tersurat. Duileh…
  2. Latihan latihan latihan. That’s the most important thing. Timed exercise.

 

**LISTENING SECTION**

  1. Latihan dengerin podcast WORKS WELL!!!
  2. Setiap sebelom ngerjain soal listening, liat dulu soalnya carefully, termasuk pilihan jawabannya
  3. Ketika sudah masuk conversation, write anything you need necessary to know. Syukur2 bs langsung jawab pertanyaan
  4. Kalau udah kelewat, forget it, mereka gak akan ada replay, and serem banget kalo sampe kelewatan jawaban berikutnya.

 

**WRITING SECTION**

  1. Latihan nulis. Cari grafik nya (untuk writing 1) dan topiknya (untuk writing 2) di internet, time yourself
  2. Latihan REPHRASING. Writing the same sentences in different style. That will help.
  3. Always begin with writing 1, jangan dari wiriting 2!!!!
  4. Untuk writing 1, never conclude something out of the information you have given, unless you got it from the data.
  5. Never spend too much time in writing 1, remember just rewrite the data. Writing 2 takes more time with more score!
  6. Untuk writing 2, tulis dulu pokok pokok yang ada di kepala. Baru kembangkan jadi tulisan. Stick to it. Jangan keluar-keluar.
  7. Three argumentation is more than enough
  8. Jangan lupa kata hubung masing masing paragraf

 

**SPEAKING SECTION**

  1. Keep calm
  2. Listen to the question first, take your time to think
  3. Latihan ngomong ya…

 

Hasil IELTS keluar dua minggu setelah ujian. Untuk persiapan hanya dua minggu, sebenarnya saya harus bersyukur dengan hasil overall 7.5. But guys, I cried, a lot.ย Saya merasa harusnya bisa lebih baik dari itu. Tapi yeah, once again, saya kan gak latihan writing dan gak latihan speaking yang proper, so what do you expect, Nar?!

Drama IELTS berlalu sudah. Tapi drama beasiswanya belom. Di sekitar bulan Maret, muncul tawaran beasiswa Kementerian Keuangan dengan fasilitas yang mungkin gak se-fancy AAS, tapi pilihan universitas seluruh dunia. Saya labil lagi.

Akhirnya, dengan ngobrol-ngobrol ke berbagai awardee-awardee terdahulu, dan bincang-bincang serius dengan suami, saya menetapkan hati untuk mencabut aplikasi AAS, dan memulai apply untuk FETA. Allah Maha Memberi Petunjuk, pilihan tersebut, bisa jadi adalah pilihan terbaik yang pernah saya ambil.

 

 

To be continued…

Advertisements

8 thoughts on “Scholarship Journey #1 : IELTS Drama

  1. Kemarin saya jg ikutan beasiswa FETA ini tapi belum dikasih izin lulus dari Allah.. karena belum punya sertifikat TOEFL/ IELTS terpaksa ngikuti tes dari awal. Sayangnya belum rezeki.. Mungkin taun depan bakal nyoba lagi tapi terlebih dahulu kudu punya sertifikat TOEFL/IELTS dan gak lupa sertifikat TPA-nya.. oh ya mbak share jg donk bagaimana pengalaman waktu ikut tes tahap 2-nya kayak wawancara, essay on the spot etc.. semoga nanti bisa menginspirasi calon awardee lainnya… Semoga sukses mbak!

    1. Semua ceritanya akan saya lanjutkan tulis kok mas. Good luck for u too!! ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

  2. Rasanya gak pernah sebersyukur sekarang nemu postingan blog temen.

    Dulu cuma dibookmarked aja. Sekarang lagi nangis2 karena kudu tes ielts juga dalam 2 minggu yg akan datang trus bingung mulai dari mana.
    Makasih banyak loh, Nar. Berguna banget nget postingannya. Ini bener2 bantu banget buat jadi patokan pribadi pas latian. Huhuhuu… Wish me luck.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s