Bits and Bobs · Parenting

Ingin Jadi Anak-Anak Lagi

What a day, I thought. Seminggu lebih ditinggal para helpers, saya masih struggle dengan anak-anak di tengah liburan keluarga di Jogja. Sore itu, saya mengajak Galen dan Gavin bermain di playground Hotel Tentrem. Karena lelah, kedua bocil hanya duduk-duduk saja di karpet dan bermain sambil saya temani. Never knew that one hour of sitting will be a nice lesson for me, myself.

Seperti biasanya, Galen selalu sibuk dengan mainan mobil-mobilan dan sejenisnya. Gavin beda selera. Dia suka bermain lego dan bola. Matanya tertuju pada satu bantal bola yang letaknya tidak jauh dari karpet. Dengan girang ia berlari mengejar bola dan melempar lempar bola tersebut. Selang beberapa detik, seorang anak berusia kurang lebih enam atau tujuh tahun datang, merebut bola tersebut. Gavin biasanya ngeyelan, tapi kali itu ia membiarkan kakak tersebut merebut mainannya. Saya tidak bergeming.

Gavin kemudian beralih main lego. Kakak tadi, dengan beberapa temannya, bermain bola di dekat karpet Gavin dan Galen sedang bermain. Tidak lama kakak tersebut datang, dan menginjak lego mainan Gavin, DENGAN SENGAJA. Gavin terlihat muram mainannya diinjak, tapi kemudian kembali tersenyum setalah saya alihkan. Saya kesal. “Jangan ganggu anak kecil dong dek”, ujar saya dengan sedikit kesal.

Tidak lama kemudian, bola tersebut melayang ke kepala saya. Desh. Wah, jangan ditanya betapa kesalnya. Pengen ngamuk. Tapi lagi lagi saya cuma mbatin. Gak habis disitu, bola kemudian mendarat di tengah karpet. Sebelum saya sempat melempar kembali bola, anak itu datang dengan setengah berlari, menendang bola, dan menendang mainan area mobil-mobilan Galen. Muka Galen langsung kaget, tapi dia tidak banyak cincong. Setelah itu ditatanya kembali mainan mobil-mobilan yang berantakan. Saya? Kesel bukan main.

Setelah beranjak dari playground, saya sedikit mikir. Kenapa ya tadi saya emosi banget. Apa karena saya merasa anak saya diganggu? Atau karena saya merasa anak tersebut kasar? Atau cuma karena ego pribadi saya yang tidak suka dengan perilaku ajaib anak itu?

Whatever the reasons are, I think my sons handle the matter better than I did. Mereka bermain di tempat publik, sepertinya mereka tau bahwa mereka akan berhadapan dengan banyak anak lain, dan mereka tidak demanding. Ketika mainan mereka diganggu anak lain, instead of merengek ke saya atau ngamuk ke anak itu, anak-anak saya cenderung tidak terlalu mempermasalahkan. Anak-anak itu pemaaf.

Anak-anak itu sangat pemaaf. Mereka bisa lupa bahwa lima menit yang lalu mereka dibuat menangis oleh kakak atau adiknya dan bermain bersama kembali. No hassle, no drama.

Anak-anak itu sangat pemaaf. Mereka bisa lupa bahwa kadang ibunya ini suka setengah membentak mereka karena kesal harus membersihkan tumpahan air atau lepehan nasi di lantai.

Anak-anak itu sangat pemaaf. Mereka bisa lupa bahwa kadang kita meluangkan waktu lebih banyak untuk bekerja ketimbang bermain bersama mereka.

Well, I kinda feel like I got punched in the face. Kadang kita memegang teguh prinsip memaafkan tapi tidak melupakan. Sungguh tabungan dendam itu tidak ada manfaatnya. For this silly-yet-true reason, saya ingin kembali menjadi anak-anak. Tidak mudah tersinggung, tidak mudah terusik egonya, mudah memaafkan, mudah melupakan. And I’m pretty sure, it’s so much easier that way.

Mudah-mudahan kita semua diberi hati yang lapang dan senantiasa memaafkan.

 

Selamat Idul Fitri.

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Ingin Jadi Anak-Anak Lagi

  1. Selamat idul fitri. Semoga kita bs sepemaaf anak2…. *lepasin kantong plastik dr kepala anak-anak* permisi buat tante aja ya nak kantong plastiknya, bahaya….

  2. Eh bener lho itu
    Hanzhalah yang ngeyelan juga tiba” jadi permisif dan anteng pas maen di batu secret zoo kemarin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s